Mar 11, 2009

::Serangan dari Dalam::


Bacaan hari ini: Hakim-hakim 16:15-21
Ayat mas hari ini: Hakim-hakim 16:16
Bacaan Alkitab Setahun: Yosua 1-3

Gedung tertua di San Francisco, Mission Dolores, memiliki riwayat unik. Bangunan yang didirikan pada 1791 ini mampu bertahan melewati empat gempa bumi besar, termasuk gempa bumi dahsyat 1906 yang meratakan sebagian besar kota tersebut. Ironisnya, gedung itu malah nyaris ambruk karena digerogoti sejenis rayap pada 1990-an.

Riwayat Mission Dolores mengingatkan kita pada kisah hidup Simson. Ia hakim Israel yang terkemuka karena kekuatan dan keperkasaannya. Ia pernah membunuh singa dengan tangan kosong dan berkali-kali mengalahkan bangsa Filistin seorang diri. Tragisnya, ia justru terkulai karena bujuk rayu perempuan yang merupakan mata-mata musuhnya. Hawa nafsu membuat pandangannya lamur, tidak sanggup mengenali karakter Delila yang sesungguhnya. Rengekan Delila pun meruntuhkan pertahanannya, sehingga ia membeberkan rahasia kekuatannya (ayat 17). Ia, yang secara gagah berani menghalau musuh-musuh yang menyerang dari luar, jatuh akibat hawa nafsu yang merapuhkan hatinya dari dalam.

Kita masing-masing juga rentan terhadap kecenderungan serupa. Kita mungkin gigih mengatasi kebangkrutan bisnis atau kegagalan berprestasi—tantangan hidup yang berasal dari luar. Namun, apakah kita gigih pula mewaspadai hawa nafsu, ketamakan, amarah, atau kelemahan lain yang merongrong kehidupan kita dari dalam? Walaupun tampaknya sepele, apabila tidak dikendalikan, masalah itu dapat merusak kehidupan kita. Karena itu, kita perlu mengenali kelemahan tersebut, mengakuinya di hadapan Tuhan, dan memohon anugerah untuk mengatasinya.

SEDIKIT-SEDIKIT LAMA-LAMA MENJADI BUKIT JUGA BERLAKU UNTUK MASALAH-MASALAH KECIL YANG TAK SEGERA DIATASI


Sumber : renunganharian.net

Mar 10, 2009

Story of Cokybear

**siap-siap di amuk the Cokybear aka Heritej karena ngepost ginian wekekekekkkk**

Kenapa Cokybear? Apaan tuh Cokybear?
Asal kata CO-KI-BER..biar rada keren jadi spelling di inggris2in donnkk.. artinya ehh singkatan dari "COWOK KITA BERSAMA" wkwkwkwkkwkwkw....

Duh istilah ini mengingatkan daku akan my old buddies on YM confere pada jaman nya YM masih berjaya hikss... miss you guyss..kapan ya kita bisa ngomplot lagi seperti duluu... ?

Tapi napa Heritej jadi the Cokybear? hohoohooho...
ini semua berawal dari Training Microsoft Office 2007 yang beliau ^hallah beliau^ prakarsai beberapa minggu lalu..

Berhubung meeting roomnya itu ada di kubu Sofline which is berseberangan dengan kubu HL..maklum office kita itu gueedee dan luass bangetzz... ^bisa buat kost-kostan actually^, jadi selama beberapa hari doi harus setting2 PC di meeting room..

Menurut kesan2nya dia.. ternyata katanya beberapa hari di kubu Sofltline dia merasa agak sedikit terhibur dengan suara-suara gaduh bin tidak merdu alias celotehan-celotehan para ibu-ibu di sini..yang biarpun kerja tetep bibir juga kerjaaa wakakakaa... Maklum (lagi) di kubu HL itu kan suasannya sunyi senyap kayak di kuburan.. team membernya pada baek-baek... kalem-kalem.. kalo kerja pada asyik bgtz..sampe lupa kalo di sebelahnya ada manusia jg wekekke...*lebaydotcom*

Beda banget ma di sini.. biarpun jarak meja saling jauhan, gossip bin rumpi jalan terossss...

Well sejak itu, di sini jadi berasa ada maenan baru hihihihii,,kebetulan waktu itu ada acara lunch gratis dlm rangka rayain yg pada ultah di bulan Februari.. nah otomatis cokiber kita makannya di pantry... and duduk di meja bundar di kelilingi cewe-cewe ^tidak^ cakep kekkee... boro2 cakpe ye Her...giling emak-emak semuahhhh... hohohooho...

Nah dari situ lah.. akhirnya.. doi di nobatkan sebagai THE COKYBEAR....kekekekkekkkeke....

PS. Her..sebulaaaaan aje lu pindah station ke sini, di jamin lu pasti jadi genduttt... at least rada berisi gitu lhooh... karne tiap makan siang pasti di cekokin makanan yang sehat n bergizi sama tante Kumce.. wahahhaaa...

Mar 5, 2009

:: Kawah Putih, Sept 2006 ::

:: KAWAH PUTIH ::
September 15' 2006


:: Burung Gagak ::


Bacaan hari ini: 1 Raja-raja 17:1-6
Ayat mas hari ini: Roma 8:28
Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 17-19

Dalam sebuah bencana kapal karam, seorang lelaki terdampar di pulau terpencil. Demi bertahan hidup, ia belajar memanfaatkan segala yang ada di pulau itu untuk dimakan. Bahkan dalam upaya melindungi diri, ia berhasil membangun gubuk untuk berteduh. Berbulan-bulan ia bertahan tanpa bantuan siapa pun. Suatu hari, ketika kembali dari berburu, ia mendapati gubuknya terbakar. Dengan badan lemas ia mengeluhkan nasibnya. Namun, ternyata justru dari situ datang pertolongan baginya: asap dari gubuk terbakar itu memberi tanda untuk datangnya kapal penolong.

Bayangkan, pada musim kering, dalam keadaan alam yang gersang ada suara burung gagak. Itu pertanda burung-burung itu mencium bau kematian. Mereka menanti seseorang mati diserbu ganasnya kekeringan, sehingga bangkainya siap disantap. Dan memang ada orang di sana. Elia namanya. Namun, skenario terbalik. Orang itu tidak mati dihajar musim kering yang dahsyat. Ia hidup, tetap minum dan makan. Dan yang paling aneh, burung-burung gagak bukan mau “memakannya”, melainkan memberinya makan! Itulah cara unik Tuhan memelihara hamba-Nya. Pembawa bau kematian dijadikan-Nya pembawa harapan akan kehidupan.

Krisis global sekarang ini betul-betul seperti kekeringan yang melanda bumi. Mendatangkan kegersangan jiwa, kelaparan fisik, kepenatan hati, pengangguran, kemiskinan, dan ketakutan. Akan tetapi ingatlah, yang kita pandang buruk dapat menjadi alat Tuhan untuk mendatangkan kebaikan yang tak terduga. Pemeliharaan-Nya atas kita melampaui segala musim dan cuaca. Tetaplah percaya dan berusaha. Tiada yang mustahil bagi Dia.

PENGHARAPAN MEMBARA DI DADA ORANG-ORANG YANG PERCAYA AKAN DIA

Sumber : renunganharian.net

Mar 4, 2009

::Manusia melihat rupa tetapi Tuhan melihat hati::

Bacaan hari ini: 1 Korintus 1:25-31
Ayat mas hari ini: 1 Korintus 1:28
Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 13-16

Ada dongeng tentang seorang penasihat raja yang buruk rupa, tetapi bijaksana. Raja selalu mendengarkan, sehingga sang ratu iri padanya. Ratu merasa bahwa si buruk rupa ini adalah penyihir yang membawa pengaruh buruk pada raja.

Suatu kali ratu menjumpainya dan meng¬hinanya sebagai manusia yang tidak berarti. Sang penasihat tersenyum dan mengatakan bahwa anggur kerajaan yang terbaik disimpan di dalam bejana tanah liat yang kelihatan kotor, sama seperti anggur petani di desa-desa. Ratu tidak mengerti, tetapi ia segera memeriksa hal itu. Betapa terkejut dan marahnya saat mendapati bahwa anggur kerajaan disimpan di bejana tanah liat. Ia memerintahkan agar anggur tersebut dipindahkan ke dalam bejana emas dan perak.
Namun, saat perjamuan makan kerajaan, anggur tersebut menjadi asam, sehingga menimbulkan kemarahan raja. Ratu pun malu dan mengakui kesalahannya. Ia memandang penasihat itu dan mengerti bahwa penampilan tidaklah penting. Buruk rupa tidak berarti buruk isinya. Cantik di luar tak berarti cantik di dalam. Anggur terbaik memang harus disimpan dalam bejana tanah liat.

Paulus menjelaskan bahwa Tuhan bekerja tidak memandang rupa. Apa yang bodoh, tidak terpandang, dan hina bagi dunia dipilih Allah untuk menunjukkan hikmat-Nya. Alangkah bodoh jika pelayanan atau gereja memilih pengurus berdasarkan kulit luarnya—seperti harta, jabatan, atau gelar. Harta, jabatan, dan gelar bisa dipakai Tuhan, tetapi Tuhan lebih melihat isi, yaitu karakter, kedewasaan, dan prinsip hidup melayani. Dia tidak memandang kaya atau miskin, terpandang atau tidak, terpelajar atau tidak.

MANUSIA KERAP MELIHAT KULIT LUAR SEMATA TETAPI TUHAN MEMILIH HATI YANG TULUS DAN SETIA

::Arti Sebuah Pelukan ::


Bacaan hari ini: Lukas 15:11-24
Ayat mas hari ini:
Lukas 15:20
Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 10-12

Ketika memulai gerakan Free Hugs (Pelukan Gratis) pada 30 Juni 2004 di sebuah jalan ramai di Sydney, Australia, ba¬nyak orang yang menganggap Juan Mann tidak waras. Mereka menertawakan dan memandangnya dengan curiga. Hampir lima belas menit ia berdiri tanpa hasil. Sampai akhirnya seorang ibu tua datang menghampirinya. Dengan wajah muram, ibu itu berkisah, pagi tadi anjingnya mati dan hari itu adalah tepat setahun putri tunggalnya meninggal karena kecelakaan mobil. Ia merasa begitu kesepian. Mann memeluk ibu itu. Mereka lalu berpisah dengan senyum cerah di wajah sang ibu. Kampanye Free Hugs kemudian berkembang secara luas di seluruh dunia sejak videonya muncul di Youtube pada tahun 2006.

Firman Tuhan hari ini berkisah tentang si anak hilang yang pulang. Berbagai kegalauan dan ketakutan tentu melintas di benaknya. Ia sudah sangat mengecewakan ayahnya. Ia sungguh maklum kalau ayahnya akan memarahi atau bahkan mengusirnya. Akan tetapi, yang terjadi justru sebaliknya. Bukan semprotan kemarahan atau penolakan, sang ayah menyambutnya dengan pelukan kasih (ayat 20). Bisa dibayangkan, betapa leganya hati si anak hilang. Seribu satu beban yang menindihnya terangkat sudah. Plong.

Andai ada survei: di mana tempat teraman dan ternyaman di dunia? Jangan heran kalau banyak orang yang menjawab: pelukan orang yang kita sayangi dan menyayangi kita. Ya, pelukan yang didasari hati yang mengasihi itu bagai sebuah oase—damai dan tenteram. Di sana segala galau dan resah sirna. Segala perih tuntas. Sungguh.

KADANG YANG ORANG PERLUKAN HANYALAH SEBUAH PELUKAN PENUH KASIH

::Beri Kami Harapan!::

Bacaan hari ini: Ibrani 6:9-20
Ayat mas hari ini: Ibrani 6:19
Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 7-9

Film Flight of the Phoenix bercerita tentang pesawat pengangkut minyak yang terempas badai pasir di Gurun Mongolia. Dua penumpangnya tewas, radio rusak, dan badan pesawat pun berantakan. Dengan catu daya yang terbatas di tengah lingkungan yang tak ramah, masih adakah harapan bagi mereka yang bertahan hidup? Seorang penumpang mengusulkan untuk merakit kembali pesawat baru dari rongsokan yang ada. Sang pilot menepiskan ide itu; menganggapnya menggelikan dan mustahil. Penumpang lain menyanggahnya. “Menurutku, orang cuma perlu satu hal dalam hidup ini,” katanya. “Ia hanya perlu seseorang untuk dikasihi. Kalau kau tidak bisa memberikan itu, berilah mereka sesuatu untuk mereka harapkan.”

Pengharapan meneguhkan kehidupan kita. Penulis Ibrani menggambarkan kehidupan ini sebagai kapal di lautan. Jiwa kita adalah kapalnya, yang mengangkut muatan berharga: anugerah keselamatan (ayat 9). Kita tengah berlayar menuju pelabuhan surga. Adapun pencobaan, penganiayaan, dan penderitaan adalah angin dan gelombang yang berpotensi mengandaskan kapal. Karenanya, kita memerlukan sauh yang memberikan kepastian dan keteguhan. Sauh itu tidak lain adalah pengharapan kita di dalam Yesus.

Di tengah dunia yang penuh gelombang ketidakpastian, kita dapat tetap tenang karena Yesus telah melabuhkan sauh kapal jiwa kita ke belakang tabir, yaitu ruang Mahakudus di surga. Hadirat Allah yang mulia itu tidak terpengaruh oleh keadaan dunia. Di sana Dia menjadi Imam Besar yang kekal dan tidak mungkin gagal menolong umat-Nya.

PENGHARAPAN KITA TEGUH KARENA TERPANCANG PADA BATU KARANG YANG TIDAK TERGUNCANGKAN